Selasa, 07 Desember 2010

Wana Wisata Curug tujuh Makin Menarik

           Kab. Ciamis ternyata menyimpan potensi wisata yang tak kalah menariknya, di samping objek wisata primadona Pantai Pangandaran dan lainnya. Namun, banyak potensi wisata di Ciamis yang belum dikembangkan, dan bahkan terkesan tetap perawan. Salah satu antaranya, adalah Wana Wisata alam

Curug Tujuh yang berlokasi di Kampung Nanggela, Desa Sandingtaman Kec. Panjalu. Luas lokasi wana wisata ini sekitar 40 hektar pada areal hutan/perkebunan milik Perum Perhutani, merupakan objek wisata air terjun dengan dinding alam Gunung Sawal yang menjulang tinggi. Karena itu, wana wisata Curug Tujuh makin menarik untuk dikunjungi, dan bahkan cocok untuk dijadikan sebagai lokasi shooting film atau sinetron.            

“Kalau hari Minggu dan hari libur lainnya, objek wisata Curug Tujuh selalu dikunjungi wisatawan lokal.Kecuali saat Lebaran,pengunjung membludak setiap hari selama seminggu, karena banyak pemudik dan penasaran untuk mengunjungi objek wisata ini” ujar H.Uned, Kepala Desa Sandingtaman.

TUJUH AIR TERJUN & HUTAN PERAWAN

Panorama alam yang indah dan suasana hutan perawan menjadi daya tarik Wana Wisata Curug Tujuh. Karena di kiri kanan tempat itu menjulang tinggi bukit gunung Ciparang, dan Cibolang yang masih bagian dari Gunung Syawal yang mempunyai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.Selain itu,suasana di kawasan hutan ini terasa sejuk dan bebas polusi,sehingga menambah betah untuk menikmatinya. Karena di kawasan hutan ini ada tujuh buah air terjun (curug) berjejer yang mengalirkan air ke Sungai Cibolang dan Sungai Cimantaja,menurut Odang,maka dikenal dengan nama Wana Wisata Curug Tujuh.

Tiap curug punya masing-masing nama seperti Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga Curug Cibolang, Curug Cimantaja, Curug Cileutik  dan Curug Cibuluh. Konon, satu di antara tujuh curug tersebut mengalirkan air yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. ”Karena air terjun yang mengalir berasal dari kawah Gunung Sawal diketahui mengandung belerang sehingga berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kulit, rematik, encok dan pegal linu” tutur H.Uned didampingi Hidayat Daday Herditia Selama ini, memang belum banyak pengunjung yang datang setiap harinya, karena  fasilitasnya belum memadai dan promosi yang belum tersebar luas.

Untuk masuk wana wisata ini, pengunjung harus beli karcis Rp.3.500/orang. Keberadaan air terjun Curug Tujuh punya kelebihan jika dibandingkan dengan kebanyakan air terjun lain pada umumnya, karena air terjun ini tidak pernah surut sekalipun di musim kemarau, dan air yang mengalir berasal dari Gunung Sawal mengandung unsur belerang yang berkhasiat untuk penyembuhan penyakit kulit, rematik, encok, dan pegal linu.

Dalam upaya menarik minat para pengunjung agar lebih betah menikmati suasana dan panorama alam hutan wisata, pihak pengelola terus menerus memoles dan memelihara sekitar lokasi hutan tersebut,misalnya di pintu masuk kawasan Wana Wisata Curug Tujuh dibuatkan pintu gerbang dan ditanami berbagai jenis kayu langka, juga tersedianya kios makanan maupun tempat parkir. Lantas, mengenai sarana transportasi menuju lokasi Wana Wisata Curug Tujuh,tidaklah sulit. Asalkan saja, perjalanannya dilakukan pada siang hari.Kalau dari jalan raya jurusan Panjalu - Kawali, baik yang datang dari arah barat maupun dari arah timur, belok ke Kampung Cipicung Desa Sandingtaman terus menuju Kampung Nanggela, dan sampailah ke kawasan Wana Wisata Curug Tujuh. Sekitar 7 km dari jalan raya jurusan Panjalu-Kawali.

Namun jangan khawatir, jalan menuju objek wisata ini  sudah cukup baik dan beraspal, meski agak sempit dan banyak tanjakan yang harus dilalui. Bahkan, kini Pemdes Sandingtaman telah membuka jalan baru agar lebih dekat lagi yakni Jl. Lebak Gede, yang tak jauh dari kantor desa. “Pada hari-hari libur biasa, sebagian besar pengunjung yang datang ke sini menggunakan kendaraan sepeda motor dan umumnya kaum remaja. Lain halnya bila hari Lebaran karena banyak pemudik yang menyempatkan diri berwisata ke Curug Tujuh. Jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang” jelas H.Uned. (REDI MULYADI)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar